Search
Categories
Archives
Links:

rasa kagum akan menghampiri saat pandangan tertuju pada setumpukan batu-batu granit yang menjulang hingga ratusan meter di kawasan Lembah Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Seperti tersusun rapi, batu-batu granit dengan dinding alami ini menampilkan kesan eksotik yang sulit dijumpai di belahan bumi ini. Saat VIVAnews berkunjung ke lokasi wisata alam ini, hamparan padi yang menguning dan sungai-sungai jernih mengalir dari sarasah (air terjun) di Lembah Harau memberikan suasana damai nan menenangkan. Berjarak sekitar ratusan kilometer dari Kota Padang, Lembah Harau bisa ditempuh lewat jalur darat dengan lama perjalanan sekitar 3,5 jam. Sedang, dari Bukittinggi, Lembah Harau bisa dicapai dalam tempo satu jam. Letaknya yang tak jauh dari pasar tradisional Sari Lamak dan Kantor Bupati, tak akan menyulitkan wisatawan dan sejumlah pemanjat tebing dari berbagai belahan dunia untuk menaklukan walk alam Lembah Harau. Bahkan untuk menguji adrenalin, para pemanjat tampak begitu menikmati ketinggian dinding terjal Harau yang berkisar antara 80 meter hingga 300 meter. Tingkat kesulitan yang ditemukan di dinding ini cukup menjanjikan, mulai dari hanger (dinding dengan kemiringan 45 derajat hingga lebih) hingga lintasan atap (roof). Yang mengagumkan, dinding ini tidak hanya satu! Namun terhampar di kawasan seluas puluhan hektare. Bahkan, cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau seluas 270,5 hektare juga bisa dijadikan sebagai lokasi berpetualang Anda. Sejumlah tempat peristirahatan yang terkesan natural akan melayani kepenetan Anda setelah puas melihat-lihat fenomena alam ini. Informasi pemerintah, terdapat tiga air terjun besar yang ditampung satu kolam alami. Kolam ini terbilang cukup luas dan mampu menampung puluhan orang untuk bermain air. Sejumlah kolam renang, taman bermain, penginapan, hingga restoran akan memudahkan Anda saat berada jauh dari keramaian kota. Cukup membayar Rp 10 ribu, Anda bisa masuk ke lokasi wisata alam ini dengan mengendarai mobil. Tentunya, harga tersebut di luar biaya parkir di lokasi areal wisata cagar alam ini. Sejauh mata memandang, jajaran bukit barisan terhampar saling berkejaran dan saling menguntit membentuk garis melingkar yang tak terputus. Suasana ini semakin teduh dengan kesibukan bertani masyarakat setempat memberi kesan pedesaan. Bahkan, Sebuah prasasti peninggalan Belanda akan dijumpai di lokasi wisata Lembah Harau, tepatnya di kaki air terjun yang akrab disebut masyarakat setempat sebagai Sarasah Bonta. Prasasti ini menunjukkan bahwa Lembah Harau sudah dikunjungi para penjajah Belanda sejak tahun 1926. Prasasti ini ditandatangani Asisten Residen Belanda untuk Limapuluh Kota F Rinner serta dua wakil dari Indonesia yakni Datuk Kuning Nan Hitam dan Datuk Kodoh Nan Hitam. Di cagar alam yang berada di dataran tinggi Lembah Harau, sejumlah spesies tumbuhan hujan tropis dan binatang asli Sumatera mampu menggugah rasa ingin tahu Anda. Sejumlah binatang asli Sumatera seperti monyet ekor panjang menjadi teman bagi pengunjung. Bahkan, menurut penuturan masyarakat setempat, jika Anda beruntung, Harimau Sumatera, Landak, Beruang, Tapir, Kambing Hutan, bisa dijumpai di sanai. Beragam jenis burung pun melengkapi koleksi kawasan hutan cagar alam ini. Tak salah tentunya orang bijak berjakata, kurang lengkap perjalanan Anda ke Sumbar jika belum mengunjungi Lembah Harau. Seperti cerita dongeng saja, semua keindahan Lembah Harau terpampang nyata di depan mata Anda.

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!